Jumat, 17 September 2021

                             PROYEK PENGUATAN  PROFIL PELAJAR PANCASILA 

1.     Tema                :   PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

        Sub Tema         :   Sekolah  Hijau Kami

            Proyek kedua dari Profil Pelajar Pancasila SD 2 Pancor pada tema ini  mengemas unsur pembiasaan dalam kegiatan sehari hari di sekolah.

        Tujuan             :  Peserta didik mampu menerapkan cara mencegah perubahan iklim dengan   cara sederhana sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Judul Proyek     : “Mewujudkan Sekolah Hijau Menanamkan Cinta Lingkungan Pada Peserta Didik”.

Peserta                    : Kelas 1 – 6

 

Persiapan Guru : Guru Mempersiapkan diri dengan berbagai pengetahuan tentang Perubahan iklim global, penyebab, Langkah mengurangi lajunya perubahan iklim, upaya menjaga alam, khususnya bekal untuk masa depan peserta didik Pelaksanaan upaya mengurangi lajunya perubahan iklim.

Langkah Kegiatan  :

 1. Peserta didik mendeskripsikan ciri-ciri perubahan iklim global

 2. Peserta didik membuat langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim global.

 3. Peserta didik merencanakan kegiatan sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian alam dalam upaya mengurangi dampak sampah unorganik (botol plastic)  dengan mengumpulkan sampah plastic.

4. Peserta didik membuat pot bunga dari plastic.

5. Peserta didik menanam dan memelihara tanaman pada pot plastic yang mereka buat sebagai upaya menanamkan kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan.

6. Peserta didik terbiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

7. Peserta didik dapat menyusun rencana tindak lanjut. Tugas Peserta didik menanam dan memelihara tanaman yang mereka tanam, membuat kompos pada biopori, pembiasaan membersihkan sampah lima menit setelah bel istirahat selesai sebagai salah satu pembiasaan kepada peserta didik agar mereka terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

 

 

 

Deskripsi kegiatan :

Upaya untuk mengasah kesadaran peserta didik akan cinta lingkungan dan rasa kewajiban serta kesadaran untuk memelihara kebersihan dan kelestarian  lingkungannya. Proyek ini mengangkat profil pelajar Pancasila gotong royong, mandiri, dan kreatif dalam upaya mewujudkna lingkungan sekolah yang aman, nyaman, asri dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.

Permasalahan yang ada adalah semenjak situasi pandemic ini anak anak mulai melalaikan peran serta dan aktifitasnya dalam menjaga luingkungan sekolah.

Proyek ini pun tetap terintegrasi dengan mata pelajaran dalam intrakurikuler. Dalam pelaksanaan penguatan profil pelajar Pancasila masing masing kelas menentukan sendiri tema mana yang sesuai dengan profil proyek Pancasila yang akan di laksanakan di sekolah. Pada semester ini kelas 1 pada tema Perubahan Iklim Global ditanamkan beberapa kebiasaan antara llain

a.    Membuang sampah pada tempatnya.

b.    Hemat dalam penggunaan air mulai dari lingkungan sekolah

c.    Menjaga kebersihan lingkungan kelas dengan belajar menyapu kelas di bawah bimbingan dan pengawasan guru

d.    Mengolah sampah organic menjadi kompos secara sederhana

e.    Melatih peserta didik untuk merawat dan mencintai lingkungannya sejak dini mulai dari merawat tanaman dan lingkungan sekolah.

Proyek ini dilaksanakan tidak mutlak berdiri sendiri akan tetapi diupayakan tetap terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran di sekolah baik kegiatan intrakurikuler dengan mengintegrasikannya sesuai dengan materi pelajaran yang ada maupun mengintegrasikannya dengan kegiatan ekdtrakurikuler dan pembiasaan di sekolah.

Output dari proyek ini pada akhir program antara lain.

a.       Terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

b.      Peserta didik dari masing masing kelas dapat memamerkan hasil karya mereka di akhir semester salah satunya adalah minimal peserta didik memiliki tanaman yang dirawat hingga akhir program/ akhir tahun ajaran.

c.       Pameran hasil karya masing masing peserta didik

Adapun rentang waktu pelaksanaan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDN 2 Pancor ini kami susun sebagai berikut.

 

No

Bulan

Kelas

I

II

III

IV

V

VI

 1

  Juli -

  2021

 Menginformasikan kepada seluruh siswa mengenai gambaran kegiatan Sekolah Hijau di SDN 2 Pancor

2

Agustus

Memperkenalkan kepada seluruh warga sekolah mengenai gambaran kegiatan Sekolah Hijau di SDN 2 Pancor

3

September –

Oktober 2021

Pelaksanaan Kegiatan sekolah hijau. Masing masing kelas dengan program mereka masing masing.

Mengumpulkan botol bekas air mineral

Mengumpulkan botol bekas air mineral

Mengumpulkan botol bekas air mineral

Mengumpulkan botol bekas air mineral

Mengumpulkan botol bekas air mineral

Mengumpulkan botol bekas air mineral

 

 

Membuat Pot dari botol bekas air minum,

Membuat Pot dari botol bekas air minum,

Membuat Pot dari botol bekas air minum, 

4

November

Pelaksanaan program, menanam, merawat tanaman dan lingkungan kelas masing masing

 

 

Menanam dan merawat tanaman pada pot masing masing

Menanam dan merawat tanaman pada pot masing masing

Menanam dan merawat tanaman pada pot masing masing

Menanam dan merawat tanaman pada pot masing masing

Menanam dan merawat tanaman pada pot masing masing

Menanam dan merawat tanaman pada pot masing masing

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Desember 2021

Pameran  hasil dan lomba kelas

Catatan    :  a. Walaupun bentuk kegiatannya sama namun guru kelas masing masing dapat menyesuaikan dengan kondisi peserta didik masing masing

                       b.  Masing masing guru kelas bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek yang dilaksanakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian

Dimensi

Belum Berkembang

<30 %

 

Mulai Berkembang

30% - <60 %

Berkembang Sesuai

Harapan

60% - <90 %

Sangat

Berkembang

>90 %

Gotong royong

Peserta didik belum sepenuhnya memiliki kesadaran akan tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan

Peserta didik mulai memiliki kesadaran akan tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan

Peserta didik bersama sama benjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan berperan serta sesuai dengan tanggung jawab dalam menjalankan  piketnya di sekolah.

Peserta didik bersama sama dengan kesadaran sendiri menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan berperan serta sesuai dengan tanggung jawab dalam menjalankan  piketnya di sekolah.

Kreatif

Peserta didik belum sepenuhnya memiliki kesadaran perlunya menjaga lingkungan

 

 

 

Mandiri

Peserta didik belum sepenuhnya memiliki kesadaran perlunya menjaga lingkungan

Peserta didik sudah mulai memiliki kesadaran perlunya menjaga lingkungan salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya sesuai jenisnya.

Peserta didik memiliki ide kreatif dalam memanfaatkan sampah

Peserta didik memiliki sebuah hasil karya pemanfaatan limbah lingkungan sebagai upaya menjaga lingkungan.

Kamis, 12 Agustus 2021

 BERDAMPINGAN DENGAN ALAM


Masyarakat Sasak sejak zaman dulu sangat akrab dengan alam. mereka survive dan dapat bertahan hidup dengan memanfaatkan apa yang ada di alam sekitarnya. Untuk itu masyarakat zaman dulu sangat menjaga lingkungan alam sekitarnya. Banyak kearifan lokal yang ada pada masyarakat zaman dulu yang berkaitan dengan upaya pemeliharaan kelestarian dan keseimbangan alam. baik secara langsung maupun melalui tradisi, ungkapan maupun larangan.

misalnya. 

    a.  Saat menebang pohon, diperhatikan usianya yang sukup dan dipersiapkan gantinya. namun dipakai            istilah kalau tidak diganti maka induknya kana sedih dan nangis. kalau dipikir ini adalah penanaman           pemahaman tentang sistem tebang pilih demi kelestaraian lingkungan.

   b.  menggunakan tumbuhan di sekitar degan bijak baik sebagai bahan sandang, pangan, papan maupun            obat obatan.

   

Selasa, 06 Juli 2021

SAHABAT

 

Sahabat,

Alhamdulillah, Syukur kepada Allah yang telah mempertemukan kita

Bertemu dalam majelis ilmu sebagai bekal

Dalam mengarungi luasnya samudera kehidupan

Sahabat..

Pertemiuan kita yang begitu singkat

Namun jika kita renangi dan kita selami kedalamannya

Ternyata banyak bertaburan Mutiara dan permata cinta di dalamnya

Bahwa selalu ada yang bermakna pada setiap kehadiran dan pertemuan.

Dalam dan luasnya samudera kehidupan namun terlalu sempit buat jarak kebersamaan

Dengan Kapal Pesiar dengan Merek lambung ES KELAPA MUDA 

kita berlayar bersama mengarungi luasnya  bahtera tulus kebersamaan kita

Saling berbagi dan mengisi kekurangan kita

Saling mengingatkan akan kealfaan kita

Untuk bekal menjalankan Amanah tugas mulia

Sebagai pendidik jalan hidup pilihan kita

Dan saat ini..

Saat dimana kebersamaan kita harus kita akhiri di kegiatan ini.

Karena semua itu hanyalah sementara

Karena waktu yang harus memisahkan kita

Karena kami akan kembali dan akan Kembali

di setiap relung hati penghuni kelas ini

harapan kami...

Semoga selalu berada dihati sahabat semua.

Bukan untuk sekedar mengenang dan melihat

Namun untuk saling mendoakan, mengingatkan

Semoga kebersamaan ini hingga di SurgaNya kelak.

Pinta kami..

Jika kelak di Surga.

Sahabat belum menemiukan kami

Tolongg doakan dan mintakan kami pada Allah..

Agar tetap bersama di surgaNya.

Aamiin….

 

Penutupan kegiatan PPL 3  KelasEsKelapaMuda, 06072021

Senin, 31 Mei 2021

MITOS TUNJANG LAMPIT

                                                                 TUNJANG  LAMPIT

        Nama itu akrab denganku lima dasawarsa yang lalu saat aku masih kecil dan masih sering ikut teman teman yang lebih besar dariku untuk mandi di sungai. Kalau aku mulai ikut pergi kesungai bersama teman temanku maka orang tua entah itu kakek, nenek , buyut atau orang orang tua selalu melarang dan mengatakan. 

"Jangan mandi di bendungan nanti kamu digulung 'tunjang lampit"

    Berbagai versi cerita dari mulut ke mulut beredar saat itu akan anak anak yang hiilang digulung tibu lampit saat mandi siang hari di bendungan desa yang dibangun sejak zaman belanda dulu. Gambaran tentang wujudnya yang tidak kelihatan dari permukaan air, namun jika ada mangsa mala akan digulung dan tak lama akan mati. Sampai ku dewasa dongeng tentang 'tunjang lampit" tetap kuanggap legenda dan senjata orang tua buat menakuti kami agar jangan main ke sungai. 

    Hingga di suatu hari saya melihat ada berita tentang ikan pari air tawar. ciri cirinya persis sebagaimana gambaran tentang 'tunjang lampit" yang disampaikan oleh orang tua zaman dulu. Mungkinkah 'tunjang lampit" itu adalah pari air tawar yang sudah punah di tenmpat saya karena habitatanya sudah tidak ada dan terakhir hanya di bendungan , itupun saat air sungai masih deras. 

tapi kini air sungai berkurang dan lenyaplah si 'tunjang lampit"...

Dari cerita orang tua tergambar jika pada zaman dulu, keberadaan makhluk itu ada dan tersebar di seluruh wilayah indonesia, namun kini sudah hampir punah tergerus zaman dan keadaan...



#kearifanlokal

3selamatkan alam dan keanekaragaman hayatinya. 





Pancor, 1 juni 2021

 Di padang Savana nun jauh di Afrika sana..

beraneka ragam hewan hidup dengan cara mereka masing masing.

ada yang bergerombol

ada pula yang menyendiri.

Satu yang saya dapatkan dari pengelompokan diri itu adalah gambaran dari watak mereka.

Burung pipit yang selalu terbang bersamaan

rusa dengan kawanannya

demikian juga dengan gajah, singa dan leainnya. 

namun satu yang dapat saya ambil pelajaran..

Mereka hanya kan mau berkelompok dengan yang SEJENIS... 

karena hewan dengan jenis yang lain bisa jadi ancaman, lawan maupun makanan...


tetap Semangat..

semoga harimu, sahabatmu menjadi inspirasi bagimu dalam berkembang.



#RM 010721



Minggu, 27 Desember 2020

BELAJAR DARI POHON

 

Catatan kecil tentang kakekku tercinta.


Dia tidak pernah mengenyam bangku sekolah

Dia tidak berasal dari keluarga berada

terkatung katung mengikuti perjalanan orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani.

Sejak kecil beratnya beban kehidupan sudah dipikulnya

Pandangan dan ucapan sinis jadi santapannya setiap hari.

namun dialah kakekku

yang takdirnya ditempa kerasnya hidup

Dari tempaan itu Allah membimbingnya menjadi sosok mandiri, sabar dan hidup apa adanya

tak pernah berlebihan namun penuh tanggung jawab. 

 

Kakekku yang sederhana

telah menanamkan Pendidikan karakter kepada kami cucu cucunya.

melatih kami mandiri, arti tanggung jawab dan sabar.

walau kadang dalam pembelajarannya dulu beliau sangat keras dan tegas

namun kini kami sadari arti didikannya seperti itu

 

Kakekku yang kenyang menerima hinaan karena kemiskinannya

Diibaratkan ibarat sampah daun yang diterbangkan angin

telah mengambil pelajaran dari ibarat itu.

Beliau berusaha menjadi sampah yang hancur menjadi kompos.

menyuburkan tanaman didekatnya agar tumbuh subur dan berbuah terbaik.

menjadi buah unggul di antara buah.

 

Kini kakekku telah bahagia melihat cucu cucunya bisa mandiri 

dan menjalankan nasehat-nasehatnya.

kakek..

love you...

salah satu guru terbaik bagi kami cucu cucumu.. 

guru tentang karakter dan hidup




27122020


Jumat, 18 September 2020

 KEMBALI MENJENGUKMU

bolak balik sana sini, wara wiri sana sini.
sibuk sendiri..

ternyata telah lama kuabaikan dia..

sepertinya tempat ini lama sekali jarang kujenguk.

terabaikan tak terurus.

ruang sunyi tuk melukis semua kenangan, mimpi dan angan

maafkan diriku blog ku

 

bukan aku tak sudi mengunjungimu

namun ketidakmampuanku tuk mem


UPAYA MENERBITKAN BUKU

 KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA PGRI Gelombang               : 28 Pertemuan ke            : 30 Tema                         : Upaya Penerbi...